Puisi
Anak Mungil Itu PDF Print E-mail

anak mungil itu
lekat mata yang tertunduk
bahu bungkuk tanpa rusuk
tangis tak berduka
sorot tak berasa
kemarilah mungil
biar kudekap engkau
kuganti tangan kotormu dengan jariku
seka matamu dengan bahuku
lihat mataku
aku ada di sisimu

- aCid -

 
Tanpa Judul (2) PDF Print E-mail

Aku berlari sendiri
Bermain di lapangan lebar yang terangkangi langit lepas
dengan sepoian angin lembut dan belaian matahari di pipi
apakah aku ini?
membenci kepalsuan dan pengkhianatan,
tapi bermanja dengan mereka?
sebagaimana mencaci kemunafikan
dan sementara masih bermesraan dengannya?
memahami kejujuran sebagai kenyataan absurd pada diri manusia
mungkin aku yang tidak terlalu jujur,
ataukah manusia lain yang tidak juga begitu.
entahlah.
mungkin memang keyakinan yang dibutuhkan.
tertegun dalam pilihan berjejak jelas antara keimanan dan pengingkaran.
apakah iman berarti cinta, dan ingkar berarti nafsu?
sebagaimana kanan dan kiri yang begitu jelas terdefinisi?
memilih untuk tak memilih sama saja memilih mati dan tak berarti.
memilih untuk tak meyakini sama saja dengan memilih keyakinan.
tapi,
sapaan hangat sang fajar dan lambaian senja sudah menyatakan.
tubuh mungil ini tak berkuasa apa-apa selain pongah atas kenyataan diri yang begitu kerdil.
membohongi diri sendiri dan menikmati kebohongannya.
mengeluarkan nafas berlian dari mulut comberan.
menyadari ketakberdayaan tapi lari dari kesadarannya.
lemah. tahu harus kembali, tapi tak punya kekuatan lebih untuk berlari.
kekuatan dalam ketakberdayaan,
yang dalam cerita sejarah kehidupan manusia selalu terjadi di saat-saat manusia akan mati.
penyerahan diri.
ada yang terlambat, ada juga pada saat yang tepat.
menyebut NamaNya yang seakan hilang dalam nafas harian.
tapi begitu nyata dalam nafas kematian.
mungkin terlalu malu karena Nama suci itu harus keluar dari mulut sang pendosa.
tapi, setiap manusia adalah pendosa bukan?
dan pilihannya hanya dua.
mengakui dirinya memang pendosa dan bertekuk lutut bersembah sujud,
atau mengingkari semuanya, berusaha untuk terus berdiri pongah dan tak merasa salah.
jawaban dan pilihannya ada pada kejujuran.
Allah….hh…

-MRA-

 
Tanpa Judul PDF Print E-mail

Aku berlari sendiri
Bermain di lapangan lebar yang terangkangi langit lepas
dengan sepoian angin lembut dan belaian matahari di pipi
apakah aku ini?
membenci kepalsuan dan pengkhianatan,
tapi bermanja dengan mereka?
sebagaimana mencaci kemunafikan
dan sementara masih bermesraan dengannya?
memahami kejujuran sebagai kenyataan absurd pada diri manusia
mungkin aku yang tidak terlalu jujur,
ataukah manusia lain yang tidak juga begitu.
entahlah.
mungkin memang keyakinan yang dibutuhkan.
tertegun dalam pilihan berjejak jelas antara keimanan dan pengingkaran.
apakah iman berarti cinta, dan ingkar berarti nafsu?
sebagaimana kanan dan kiri yang begitu jelas terdefinisi?
memilih untuk tak memilih sama saja memilih mati dan tak berarti.
memilih untuk tak meyakini sama saja dengan memilih keyakinan.
tapi,
sapaan hangat sang fajar dan lambaian senja sudah menyatakan.
tubuh mungil ini tak berkuasa apa-apa selain pongah atas kenyataan diri yang begitu kerdil.
membohongi diri sendiri dan menikmati kebohongannya.
mengeluarkan nafas berlian dari mulut comberan.
menyadari ketakberdayaan tapi lari dari kesadarannya.
lemah. tahu harus kembali, tapi tak punya kekuatan lebih untuk berlari.
kekuatan dalam ketakberdayaan,
yang dalam cerita sejarah kehidupan manusia selalu terjadi di saat-saat manusia akan mati.
penyerahan diri.
ada yang terlambat, ada juga pada saat yang tepat.
menyebut NamaNya yang seakan hilang dalam nafas harian.
tapi begitu nyata dalam nafas kematian.
mungkin terlalu malu karena Nama suci itu harus keluar dari mulut sang pendosa.
tapi, setiap manusia adalah pendosa bukan?
dan pilihannya hanya dua.
mengakui dirinya memang pendosa dan bertekuk lutut bersembah sujud,
atau mengingkari semuanya, berusaha untuk terus berdiri pongah dan tak merasa salah.
jawaban dan pilihannya ada pada kejujuran.
Allah….hh…

-MRA-

 


Kampus Tokodai

2-12-1 Ookayama, Meguro-ku, Tokyo 152-8550
Suzukakedai Campus
4259 Nagatsuta-cho, Midori-ku, Yokohama, Kanagawa 226-8503
Tamachi Campus
3-3-6 Shibaura, Minato-ku, Tokyo 108-0023

Kontak Kami

Official purposes silahkan hubungi :
pengurus@ppitokodai.org
Pemasangan iklan silahkan hubungi :
iklan@ppitokodai.org
Mengenai website silahkan hubungi :
admin@ppitokodai.org
RocketTheme Joomla Templates